Pada hari Senin, 10 Desember 2018 dan Rabu, 12 Desember 2018 telah dilaksanakan Bridging Mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan Tema ” RESPOND: Ready To Speed and Perspective On Disaster)” yang diselenggarakan di Kampus Vokasi Wirobrajan dengan peserta mahasiswa D3 Teknik Mesin angkatan tahun 2018 dan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan karena keselamatan ditempat kerja menjadi hal yang sangat diutamakan karena berhubungan langsung dengan nyawa seseorang.

Zuhri Nurisna, S.T., M.T selaku Sekretaris Program Studi D3 Teknik Mesin menjelaskan kecelakaan ditempat kerja tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi namun dapat diminimalisir. untuk itu mahasiswa D3 Teknik Mesin sebagai calon lulusan yang nantinya akan bekerja didunia industri maupun dapat menciptakan pekerjaan sendiri harus mengetahui langkah – langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana atau kecelakaan ditempat kerja.

“Bencana atau kecelakaan bisa saja terjadi di manapun dan kapanpun. Sebelum kalian [mahasiswa] terjun di dunia kerja, kalian harus paham dengan standar keselamatan ketika bekerja,” ujarnya saat membuka acara, Senin siang.

Seluruh mahasiswa yang hadir diberikan pelatihan langsung oleh Nur Achmad  dan R. Ardian Dwi Roy selaku perwakilan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi – materi yang diberikan meliputi tindakan awal ketika pekerja mengalami kecelakaan dan juga bagaimana langkah – langkah untuk menolong orang lain yang sedang terkena musibah ketika bekerja.

“Ketika terjadi becana di tempat kerja, periksalah diri sendiri terlebih dahulu, ketika sudah selesai dengan diri sendiri, maka tolonglah orang lain. Ketika hendak menolong oran lain pun harus memeriksanya terlebih dahulu, supaya tidak menambah resiko yang lebih parah pada orang yang terkena dampak kecelakaan,” ujar Nur di hadapan seluruh peserta.

Selain mendapatkan materi, mahasiswa D3 Teknik Mesin juga melakukan praktik pertolongan pertama secara langsung seperti membalut luka sobek pada kulit dengan berbagai ukuran, mengangkat korban terluka, dan juga
mengidentifikasi detak jantung dan nyawa seseorang.